Dokter Sunat Bayi di Yogyakarta

Liburan sekolah biasanya dipilih orangtua untuk menyunatkan anaknya. Memang, sunat sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Karena, semakin tua usia anak maka risiko komplikasi meningkat. Inilah yang menjadi alasan kenapa dokter mendorong orangtua menyunatkan anak laki-laki ketika lahir.

Bukti Ilmiah Sunat Usia Bayi

Sebuah penelitian di Jurnal Ilmiah JAMA Pediatrics memperkuat pendapat sunat terbaik adalah usia bayi. Peneliti tersebut menganalisa data dari 1,4 juta anak laki-laki. Hasilnya, anak laki-laki yang melakukan sunat sebelum mencapai usia 1 tahun memiliki kesempatan 0,5 persen mengalami peristiwa yang merugikan. Risiko semakin besar pada anak laki-laki usia 1 sampai 10 tahun yakni sebesar 10 sampai 20 kali lipat. Penelitian tersebut memberikan bukti lebih rinci tentang tingkat dan jenis efek samping yang berhubungan dengan sunat laki-laki. Ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang telah menemukan bahwa tingkat efek samping usai sunat pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa jauh lebih tinggi dibanding pada bayi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), efek samping yang dimaksudkan termasuk rasa sakit, pendarahan yang berlebihan, pemotongan kulit yang berlebihan, kerusakan pada penis, sulit pipis, jaringan parut atau cacat, pembengkakan berlebihan, dan infeksi. WHO mendorong dilakukan sunat dalam rangka mengurangi tingkat HIV, yang dapat menurunkan risiko infeksi hingga 60 persen. Peneliti juga menemukan, kerusakan pada uretra terjadi pada sekitar 0,8 per satu juta khitanan. Sementara itu, kejadian memotong terlalu banyak kulup terjadi sekitar 702 per satu juta khitanan. Sunat merupakan prosedur yang melibatkan pemotongan kulup yang menutupi ujung penis.

Keputusan menentukan usia sunat didasarkan beberapa faktor. Orangtua memilih waktu sunat karena berbagai alasan, termasuk agama, sosial, budaya, atau manfaat kesehatan. Namun, melihat risiko yang meningkat hingga 10-20 kali, orangtua paling aman memilih waktu ketika berusia 1 tahun. Terkadang sunat ditunda karena masalah kesehatan pada bayi baru lahir atau bayi belum memiliki asuransi. Dengan temuan ini peneliti mengungkapkan, usia berperan dalam meningkatnya risiko operasi, orangtua juga mungkin merasa tertekan untuk memutuskan sunat lebih cepat sehingga sunat usia bayi perlu mendapat kampanye yang positif.

Sunat Bayi Baru Lahir Lebih Cepat Sembuh, Kenapa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!